Ini Dia Evolusi Fatality Sub-Zero dari Awal Hingga Versi Joe Taslim

Ini Dia Evolusi Fatality Sub-Zero dari Awal Hingga Versi Joe Taslim – Walau lulus sensor dari Lembaga Sensor Film Indonesia, Mortal Kombat 2021 juga tetap menuai beberapa kontroversi, seperti apakah Film tersebut akan banyak di cut, ataupun disensor. Alasannya? Mortal Kombat tidak lepas dari kekerasan yang sering kali dicap terlalu berlebihan.

Salah satu alasan lekatnya Mortal Kombat dengan kekerasan adalah adanya fitur Fatality yang mana seorang karakter menghabisi lawannya dengan sadis. Salah satu karakter paling ikonik adalah Sub-Zero, seorang ninja yang mengendalikan kekuatan es. Dalam rangka menyemarakkan rilisnya Mortal Kombat 2021 yang dibintangi oleh Joe Taslim sebagai Sub-Zero, Kru KotakGame telah mengumpulkan evolusi Fatality dari Sub-Zero, mulai dari Mortal Kombat pertama hingga Mortal Kombat 2021!.

1. MK 1 & MK 2
Fatality pertama yang memulai segalanya adalah Fatality Snowball Grenade, dimana Sub-Zero akan melempar sebuah bola salju, dan ketika menyentuh lawan, lawan akan meledakkan seisi tubuh lawan dari dalam.

Ice Shatter sendiri merupakan Fatality kedua yang ikonik dari Sub-Zero, dimana ia akan membekukan lawan seutuhnya, sebelum melancarkan sebuah pukulan uppercut keras yang menghancurkan bagian atas lawan. Dan yang terakhir adalah Spine Rip, dimana Sub-Zero akan mencabut kepala dan tulang belakang dari lawannya.

Spine Rip merupakan satu Fatality yang paling legendaris, dimana fatalithy ini tidak pernah absen semenjak pertama debut hingga Mortal Kombat X yang rilis tahun 2015. . Ketiga Fatality ini konon katanya adalah alasan utama Mortal Kombat menerima rating dewasa bahkan terbatas pada zamannya.

2. MK 3
Pada Fatality zaman Mortal Kombat 3, Frosty! adalah Fatality yang Sub-Zero gunakan, dimana ia akan menghembuskan udara yang sangat dingin sehingga membekukan lawan, yang kemudian akan jatuh ke lantai seraya hancur berantakan. Fatality ini akan digunakan berulang kali. Beberapa versi juga memodifikasi Fatality ini dan menggabungkannya dengan Ice Shatter, dimana Sub-Zero akan memukul atau menendang musuh yang beku hancur berantakan.

Ice Blast yang muncul di Mortal Kombat 3 ini juga merupakan modifikasi dari Fatality Mortal Kombat pertama, Snowball Grenade. Bedanya, Sub-Zero akan meluncurkan es berukuran besar dibandingkan dengan bola salju yang ada sebelumnya.

3. MK 4
Dalam Mortal Kombat 4, Sub-Zero kembali menggunakan Fatality yang diperkenalkan pada Mortal Kombat 1, yaitu Spine Rip. Namun, efek sadis yang diberikan jelas berbeda jauh dengan Mortal Kombat pertama, dimana Mortal Kombat pertama menggunakan grafis 2d, Mortal Kombat 4 lebih realistis dengan menggunakan grafis 3d pertama untuk konsol PS 1. Fatality ini menjadi satu Fatality yang identik dengan Sub-Zero, selain karena kebrutalan nya, Fatality ini juga mendorong batas kreatifitas dari para pengembang Mortal Kombat. Spine Rip juga memiliki variasi, dimana Sub-Zero mencabut seluruh Kerangka dari lawannya. Fatality ini disebut juga sebagai Skeleton Rip

Dalam MK Deception, Below Freezing menjadi Fatality andalan dari Sub-Zero selama masa sebelum tahun 2011. Below Freezing adalah Fatality dimana Sub-Zero membekukan kaki lawan dan menghancurkan kaki lawan tersebut, sebelum kemudian menginjak badan lawannya yang tinggal setengah tersebut. Freeze and Throw sendiri adalah salah satu bentuk kreatifitas dari Pengembang, dimana Sub-Zero akan membekukan lawan secara penuh, sebelum mencabut kepala lawan dan melempar kepala itu untuk menghancurkan badan lawannya.

5. MK 2011

Mulai dari Mortal Kombat 2011, Mortal Kombat sudah memasuki ranah kreativitas yang lebih mendobrak batas jika dibandingkan dengan seri sebelumnya. Have an Ice Day adalah Fatality pertama yang hadir di game ini, dimana Sub-Zero menggabungkan Fatality Below Freezing dan Spine Rip. Sub-Zero dalam Fatality ini akan membekukan tubuh bagian bawah lawan, dan akan mencabut tubuh bagian atas lawan.

Spinal Smash adalah modifikasi lainnya dari Sub-Zero, dimana ia akan mencabut tulang belakang dan tengkorak lawan sebelum menggunakan tulang belakang tersebut untuk menghajar lawannya yang sedang beku.

MK X
Memasuki tahun 2015, Sub-Zero tidak lagi memodifikasi Fatality yang lama untuk digunakan ulang dalam bentuk baru, tetapi Sub-Zero mendapat fatality yang baru. Chest Kold adalah Fatality pertama yang Sub-Zero dapatkan di era nextgen PS3 Xbox 360 ini. Sub-Zero akan memukul dada dari lawannya, yang akan mengekspos tulang belakang dari lawannya. Setelah itu, Sub-Zero akan mematahkan tulang belakang tersebut dan membelah lawannya menjadi dua.

Bed of Ice bisa jadi menjadi mimpi buruk bagi kamu yang pernah menonton video dimana seseorang berbaring di kasur paku. Disini, Sub-Zero akan membuat lawannya berbaring di kasur es yang memiliki jarum runcing, sebelum menginjak lawannya yang sedang berbaring tersebut. Dan menusuk lawannya dengan sadis.

MK 11
Entri terbaru dari game Mortal Kombat ini kembali mendobrak batas kreativitas dari para pengembang, dimana Sub-Zero akan lebih menggunakan kekuatan esnya dibanding kekuatan nya secara pribadi. Ice-Cutioner adalah Fatality yang langsung menjadi favorit para pemain, karena kesederhanaan yang ditawarkan menjadi angin segar bagi pecinta Mortal Kombat. Dalam Fatality ini, Sub-Zero akan membekukan lawannya dalam kubus es raksasa dan memaksa lawannya menunduk.

Dalam keadaan tersebut, Sub-Zero akan memenggal lawannya dengan kapak es raksasa dan menghancurkan kepala dari lawannya yang telah dipenggal. Frozen in Time kembali menjadi modifikasi terbaru dari Fatality terpopuler, yaitu Spine Rip. Sub-Zero akan melempar lawannya menuju tombak es dari patung es yang dibuat. Ketika musuh sudah tertancap di tombak es, Sub-Zero akan menusuk perut lawannya dan mencabut tulang belakang dan kepala dari lawannya.

MK 2021
Dalam Film yang diperankan Joe Taslim ini, masih belum terlihat secara penuh Fatality apa yang akan ditampilkan, namun penonton sudah dimanjakan dengan Fatality yang terlihat dari trailer Mortal Kombat 2021. Belum ada nama dari Fatality ini, Namun Sub-Zero membekukan tangan dari Jax, sebelum memecahkannya berkeping-keping dan membuat Jax kehilangan kedua tangannya.

 

Published
Categorized as Games

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *