Formasi Para Penguasa Eropa, Formasi 4-3-3

Formasi apa yang jadi andalan tim jagoan lo saat bertanding?

Apapun formasi yang digunakan, lo pasti gak asing dengan formasi 4-3-3. Formasi ini digunakan oleh banyak klub raksasa Eropa, bahkan para juara pun menggunakan formasi ini.

Yang paling terkenal mungkin adalah Barcelona era Pep Guardiola dengan taktik tiki-taka andalan mereka. Mengandalkan Xavi-Iniesta-Busquets di tengah serta trio Villa-Pedro-Messi di lini depan aliran bola yang terjadi sangat sulit untuk dibendung lawan.

Formasi ini dipercaya lahir dari tangan pelatih legendaris Belanda, Rinus Michels.

Pelatih satu ini bahkan dijuluki ‘The Father Of Total Football’ yang membawa timnas Belanda berjaya pada masanya. Di era Johan Cruyff, timnas Belanda bahkan bisa menembus final Piala Dunia sebanyak dua kali.

Rinus Michels membawa Belanda masuk final piala dunia tahun 1974 dan jadi juara Piala Eropa tahun 1988. Dengan formasi tersebut juga dirinya berhasil membawa Ajax jadi juara Liga Champions tahun 1971.

Barulah pada saat Johan Cruyff jadi pelatih Barca, sang legenda memperkenalkan taktik tersebut di tanah Spanyol, khususnya di publik Camp Nou.

Bisa dibilang, formasi 4-3-3 adalah formasi yang sangat seimbang untuk menghasilkan serangan tim yang eksplosif. Tiga pemain depan dianggap jadi kunci serangan yang seimbang baik dari sisi kanan maupun kiri.

Hingga saat ini, formasi tersebut lebih melekat dengan Barcelona meskipun banyak tim juara seperti Bayern Munchen saat ditangani oleh Pep juga menggunakannya. Jurgen Klopp saat jadi juara Liga Champions bersama Liverpool juga menggunakan formasi yang sama.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *